Senin, 21 Februari 2011

Aku di hadap Mu

Tuhan, aku tak pernah tau akan seperti apa jalan ku kelak
aku tak pernah tau siapa pasangan tulang rusuk ini
aku hanya mengalir dalam setiap tiupan angin kehidupan ini
aku pernah bermimpi namun mimpi itu tak kunjung hinggap

aku seperti hambaMu pada umumnyaa
aku rapuh meski terlihat kokoh dari luar
aku lunak meski terlihat seperti baja dari luar
aku penakut meski terlihat garang dari luar
aku ini tak pernah puas meski terlihat tenang dari luar
aku ini egois meski terlihat sangat care dari luar
aku ini pembohong meski terlihat jujur dari luar
aku ini bodoh meski terlihat berpendidikan dari luar


aku ini memang tak sempurna Tuhan
aku ini selalu melarikan diri dari Mu saat aku merasa bahagia
aku ini selalu mencoba dekat dan sok dekat dengan Mu ketika aq dilema dan nestapa

Tuhan, aku ini memang tak tau diri ya,,,,
aku tak tau malu juga,,,

Tuhan,, untuk kesekian kali nya dan mungkin sudah berkali-kali nya
aku mohon dari segala sifat buruk ku ini Engkau masih mau menerima ku
menerima setiap doa-doaku
aku ingin dekat dengan Mu Tuhan














Catatan Sepanjang Perjalanan: Eksotisme Bromo Tak Pernah Pudar

Catatan Sepanjang Perjalanan: Eksotisme Bromo Tak Pernah Pudar: "Bromo menjadi salah satu destination yang wajib dikunjungi bagi pecinta travelling. gunung bromo adalah gunung berapi aktif di Indonesia, te..."

Eksotisme Bromo Tak Pernah Pudar

Bromo menjadi salah satu destination yang wajib dikunjungi bagi pecinta travelling. gunung bromo adalah gunung berapi aktif di Indonesia, terletak dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Ketinggian yang relatif “rendah” untuk ukuran gunung membuat perjalanan menuju Gunung Bromo relatif mudah.
gunung bromo memiliki keindahan yang tidak dimiliki oleh panorama gunung lainnya,  daya tarik Gunung Bromo yang istimewa adalah kawah di tengah dengan lautan pasirnya yang membentang luas di sekeliling kawah Bromo, mengepulkan asap putih. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
 Berwisata ke gunung bromo tidak membutuhkan keahliah pendakian seperti berwisata ke gunung yang lain yang harus memiliki kondisi yang fit untuk pendakian. Bromo bisa dibilang gunung yang memiliki ketinggian relatif rendah di banding gunung-gunung yang lain. Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, Anda bisa menikmati hamparan lautan pasir luas, dan menyaksikan kemegahan gunung Semeru yang menjulang menggapai langit. Anda juga bisa menatap indahnya matahari beranjak keluar dari peraduannya atau sebaliknya menikmati temaram senja dari punggung bukit Bromo.



Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan cukup berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam, tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi.
Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan momen ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas.

Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

untuk berkunjung ke Bromo tidak memerlukan biaya yang cukup besar, bila anda bepergian ala bagpaker, anda bisa pergi ke sana dengan biaya kurang dari 500 ribu.
Bulan Oktober 2010 saya sempat melakukan perjalanan ke Bromo, berikut rute yang saya tempuh berserta biaya perjalanan.
Perjalanan saya mulai dari jakarta dengan menggunakan kereta ekonomi Matramaja ( jakarta - malang)   berangkat dari jakarta pukul 14.00 - 06.00 ( menempuh perjalanan sekitar 16 jam), harga tiket Rp. 57.000
Dari stasiun Malang baru saya ke Terminal  Landung rejo dengan menggunakan angkutan umum, ongkos Rp.3000
Dari Terminal saya lanjut dengan naik Bis arah Probolinggo, harga tiket Rp. 15.000, turun di terminal Probolinggo (perjalanan selama 4 jam)
Setelah itu saya naik mobil mini bus L300 arah bromo atau cemoro lawang, ongkos Rp. 20.000 (perjalanan selama 2 jam).
Sampai di cemoro lawang saya menginap, harga penginapan paling murah Rp. 50.000/malam
untuk menuju ke puncak Bromo, saya menyewa jeep seharga Rp. 175.000 sampai Kaldera, Rp. 300.000 sampai Pananjakan ( 1 jeep bisa untuk 7 orang) ditunggu hingga pulang dengan batas waktu tidak lebih dari 3 jam.

biaya untuk makan sekitar Rp. 200.000, Saya menginap selama 2 hari bersama 5 orang teman.
Total biaya yang kami keluarkan sekitar Rp. 380.000.



Sumber  lain: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/44-lautan-pasir-gunung-bromo